Dari Kotor Jadi Daerah Rekreasi

Dari Kotor Jadi Daerah Rekreasi

Dari Kotor Jadi Daerah Rekreasi – Tertimpangan dengan destinasi wisata masih nampak di beberapa kota yang berada di Indonesia.

Dibalik gedung-gedung tinggi dan rumah eksklusif, masihlah ada kampung-kampung yang kotor.

Daerah Ini Berbeda 180 Derajat, dari Kotor Jadi Daerah Rekreasi

Tetapi daerah kotor tidak harus mesti demikian. Dapat diganti dengan cantik bila benar ada tekad.

Baca Juga: Rasakan Kesegaran Sungai Cigereuh

Seperti 5 daerah di bawah ini yang dapat berbeda dari kotor jadi tempat rekreasi. Apa sajakah?

Daerah Kotor Jadi Tempat Rekreasi Jodipan

Daerah Jodipan berada di Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur. Lokasi yang saat ini jadi tujuan hits di Malang ini dahulunya ialah pemukiman kotor. Sekarang, Daerah Jodipan beralih menjadi daerah beragam warna yang elok dan mempesona.

Biaya : Rp 3.000,-/orang, Parkirkan Motor Rp 2.000,-, Parkirkan Mobil Rp 5.000,-, Parkirkan Khusus Bis Pariwisata/ Minibus Rp 15.000,- s/d Rp 25.000,-

Membuka dan Tutup: Senin – Minggu 06.00-18.00

Kota Malang sekarang ini jadi demikian populer karena mempunyai banyak tempat objek rekreasi. Ada bermacam jenis objek rekreasi yang paling populer dan sampai sampai menjadi trending dan jadi sasaran beberapa pelancong baik itu lokal masyarakat malang tersebut atau luar koa atau pelancong luar negeri. Salah satunya contoh tempat rekreasi sebagai trending dan kembali hits-hitsnya dibahas ialah Rekreasi Daerah Warna Warni Jodipan. Daerah ada di kota Malang ini memiliki spot rekreasi bagus yang baru dan unik.

Asal Mula Daerah Warna Warni Jodipan

Semua bermula dari gagasan Mahasiswa UMM yang menyaksikan ada hal yang prospektif di Daerah Jodipan ini dalam soal sebagai posisi yang mempunyai panorama dan spot yang baik untuk berpose, namun menyaksikan keadaan yang kotor ini jadi hal yang perlu diatasi lebih dulu saat sebelum merubahnya jadi tempat lokasi rekreasi. oleh karena itu mereka cari sponsor dan bagiangan dana pada pemerintah kota Malang.

Antiknya kembali, ada jembatan kaca yang di-claim sebagai jembatan kaca pertama di Indonesia. Kedatangan jembatan kaca ini menambahkan daya magnet Daerah Jodipan. Banyak pelancong yang berpose di atas jembatan dengan latar daerah beragam warna yang unik.

Daerah Teluk Seribu

Berpindah ke Pulau Kalimantan, ada Daerah Teluk Seribu yang dahulunya kotor sekarang menjelma jadi benar-benar elok. Daerah Teluk Seribu ada di Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Daerah Warna-Warni di Yogyakarta dan Daerah Tridi di Malang yang sempat pernah trending di tahun lalu, sekarang punyai kompetitor di luar Jawa. Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sekarang memiliki perkampungan yang dicat penuh warna dan lukisan 3 dimensi. Daerah Warna-Warni ini ada di Teluk Seribu, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dimulai dari dinding, atap rumah, gang-gang, lantai jalan dan jembatan masuk di teritori ini telah dicat beragam warna. Ada warna, merah, kuning, hijau, pastel, pink, dan yang lain terlihat lumayan menarik. Pengecatan dilaksanakan bukan saja oleh warga seputar, tetapi mengikutsertakan banyak relawan dari komune dan lembaga di Balikpapan.

Tidak cukup itu, seniman yaitu pelukis-pelukis berpengalaman di Kota Minyak turut terjun khusus mencatatkan lukisannya di dinding-dinding sejauh 100 mtr. ke arah permukiman. Bermacam lukisan yang memvisualisasikan kearifan lokal, seperti panorama alam, kota, rimba dan binatang bisa dijumpai di sini. Daerah Warna-Warni yang barusan disahkan oleh Pemerintah kota Balikpapan sebagai tempat rekreasi, pada 28 Februari lalu dinamakan Daerah Warna-Warni Teluk Seribu.

Jika ingin telusuri daerah atau Sungai Manggar, Anda dapat memakai kapal atau perahu yang bertumpu di ujung daerah. Biaya per-orang untuk naik perahu kecil sejumlah Rp 20 ribu, dan kapal besar sejumlah Rp 500 ribu. Daerah Warna-Warni di Manggar Baru ini telah semakin ramai didatangi pelancong lokal yang ingin ber-selfie riang di sini.

Pemerintahan di tempat sukses mengubah Daerah Teluk Seribu seperti Venice di Italia. Daerah ini sesungguhnya berupa sebuah lorong tanpa atap yang ke arah tujuan rekreasi namanya Teluk Seribu.

Beberapa pengunjung akan disongsong lukisan tiga dimensi di sejauh lorong. Tidak hanya itu, beberapa rumah di Daerah Teluk Seribu juga dicat beragam warna dengan benar-benar elok.

Daerah Katulampa

Daerah Katulampa berada di Bogor Timur, Bogor, Jawa Barat. Pada daerah yang dahulunya populer padat dan kusam ini beralih menjadi lezat dilihat. Semuanya tidak terlepas dari peranan beberapa masyarakat dan anak muda Daerah Katulampa yang memiliki inisiatif untuk menggantinya jadi lebih elok dan bersih.

Sarana di Kampoeng Katulampa:

  1. Pemancingan

Posisinya membuat situasi di pemancingan ini jadi cukup tenang dan nyaman, seperti seperti situasi perdesaan.

  1. Camping Ground

Camping Ground bisa dipakai sebagai fasilitas untuk mengeratkan jalinan, tingkatkan kebersama-samaan dan latih kesehatan fisik.

  1. Rafting

Dengan opsi bermacam, olahraga arung jeram ini memberi rintangan yang menarik dan memicu adrenalin tiap peserta sepanjang berlibur.

  1. Paintball

Replikasi perang dengan peluru cat, yang disebut fasilitas piknik dan olahraga untuk latih kerja sama dan ketangkasan.

  1. Outbond

Training peningkatan kekuatan berorganisasi dan peningkatan diri di alam terbuka yang disimulasikan lewat permainan-permainan.

  1. Pemondokan

Dengan situasi simpel ala-ala perdesaan, pemondokan memberi kelonggaran nikmati alam pada harga yang dapat dijangkau.

Daftar Biaya di Kampoeng Katulampa:

  • Sewa Tempat: Rp700.000
  • Sewa Saung: Rp 500.000
  • Biaya Sewa Tenda (10 orang): Rp 300.000
  • Sewa Tenda (8 orang): Rp250.000
  • Sewa Tenda (6 orang): Rp200.000
  • Menyewa Tenda (4 orang): Rp150.000
  • Sewa Tenda (1 orang): Rp100.000
  • TOA / Loudspeaker: Rp50.000
  • Sleeping Bag: Rp25.000
  • Lampu Tenda (tanpa baterai): Rp10.000
  • Kasur / Bantal / Sprei: Rp75.000
  • Bajak Sawah dengan Kerbau /25 orang: Rp900.000
  • Menunggang Kerbau / 25 orang: Rp700.000
  • Flying Fox (dewasa): Rp25.000
  • Flying Fox (anak): Rp15.000
  • Ambil Tambang / 25 orang: Rp200.000
  • Titian Elvis / 25 orang: Rp400.000
  • Spider Situs / 25 orang: Rp300.000
  • Tangkap Ikan (10kg): Rp500.000
  • Bisa mandi di sungai yang deras / 25 orang: Rp200.000
  • Balap Bakiak / 25 orang: Rp200.000
  • Ular Naga / 25 orang: Rp200.000
  • Balap Batok / 25 orang: Rp300.000
  • Jembatan Goyang: Rp20.000
  • Jalan di atas bambu kolam: Rp20.000
  • Rakit Penyeberangan: Rp20.000
  • Tangkap Belut / 25 orang: Rp300.000
  • Lari Belut / 25 orang: Rp300.000
  • Pipa Bocor / 20 orang: Rp300.000
  • Therapy Ikan / 15 menit: Rp15.000

Serunya kembali, beberapa pengunjung yang tiba ke daerah ini dapat nikmati rekreasi river tubing, yaitu melalui sungai memakai ban karet sambil nikmati keelokan Daerah Katulampa.

  1. Daerah Wonosari

Daerah Wonosari beralamat di Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan. Ada di tepi kali tepat, Daerah Wonosari dahulunya populer cukup kotor. Tetapi, sekarang malah jadi tujuan rekreasi Semarang karena keelokannya.

Walau bukan yang pertama kalinya, tetapi menariknya daerah ini sukses mendapatkan perhatian dunia. Bahkan juga, media asing seperti BuzzFeed, The Independent, dan Mirror ramai mengulasnya.

  1. Daerah Kode

Daerah Kode berada di tepian Sungai Kode, persisnya di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Dahulunya, kecuali padat warga, daerah ini populer kotor dan tidak teratur. Tetapi, saat ini Daerah Kode beralih menjadi elok dan banyak didatangi pelancong, baik lokal atau pelancong asing.

Sesungguhnya, kekhasan Daerah Kode telah dilirik dunia semenjak beberapa puluh tahun lalu. Pada 1992, daerah ini pernah raih Aga Khan Award for Architecture, sebuah penghargaan internasional di bagian arsitektur.

Susunan tiang unik berupa huruf A di tiap rumah Daerah Kode membuat beberapa arsitek dunia jatuh hati. Daerah Kode dipandang sebagai wakil budaya bergotong-royong dan serasi warga Kota Yogyakarta. Wow!

Nach, kamu pernah bertandang ke daerah yang mana nih? Bagi pengalamanmu di kotak kometar ya!