Destinasi Wisata Religi Medan Yang Ramai

Destinasi Wisata Religi Medan Yang Ramai

Destinasi wisata religi Medan dengan memiliki  populasi sekitar 2 juta penduduk dan memiliki multikultural, tempat berkumpul serta banyaknya etnis maupun agama yang hadir. Ibukota Sumatera Utara pula memiliki banyak bangunan tempat ibadah yang sebagian di antara lain selaku objek wisata religi.

Berkunjung ke pusat- pusat religi, turis dapat belajar serta memahami lebih dekat tentang sejarah serta menaikkan nilai spirtual.

Destinasi Wisata Religi Medan Yang Ramai Didatangi Banyak Orang

Wisata religi di Medan bukan cuma masjid tetapi pula istana aset Kerajaan Deli. Objek wisata religi ini tidak cuma didatangi muslim, tetapi pula turis non muslim. Kehidupan antarumat beragama di Medan sangat rukun serta harmonis.

Masjid Raya Al- Mahsun

Masjid Raya Al- Mahsun ialah saksi sejarah kehebatan suku Melayu si owner dari Kesultanan Deli. Style arsitekturnya khas Timur Tengah, India serta Spanyol. Masjid ini berupa segi 8 serta mempunyai sayap di bagian selatan, timur, utara serta barat. Perpaduan desain masjid yang unik tersirat jelas melalui keanekaragaman budaya yang pengaruhi wujud bangunannya. Tidak heran banyak turis yang tiba buat berkunjung, baik itu buat beribadah maupun hanya memandang langsung keunikan bangunannya. Bila kalian hendak melancong ke Masjid Raya Angkatan laut(AL) Mahsun luangkan pula buat berupaya Rujak Kolam Takana Juo yang berlokasi dekat dengan masjid ini. Sayang banget buat kalian lewati!

Vihara Maitreya

Vihara Maitreya

Bisa jadi tidak sih kalian jalan- jalan ke negara Cina tanpa wajib meninggalkan Kota Medan? Nyatanya, perihal ini dapat kalian rasakan dikala kalian berkunjung ke Maha Vihara Maitreya. Vihara ini ialah vihara yang terbanyak di Indonesia lho, dengan luas 4, 5 hektar. Arsitekturnya sangat besar, megah serta kental hendak budaya tionghoa. Tidak hanya itu terdapat Genta dengan besar 3, 3 m serta berat 7 ton yang diukir kalimat dengan kalimat Dharma Hati Maitreya yang dapat kalian peruntukan buat spot gambar lho. Bila kalian eksplor lebih jauh lagi, kalian dapat mengambil gambar arca Si Buddha, Dewi Kwan Im serta Hakim Bao. Jika kalian memutuskan buat tiba ke mari, jangan kurang ingat ajak sahabat ataupun keluarga ya, sebab banyak spot gambar yang dapat peruntukan momen buat diabadikan bersama. 

Gereja Immanuel Medan

Suatu bangunan yang jadi saksi bisu sejarah kota Medan, Gereja Immanuel dibentuk di era penjajahan Belanda pada 1921 serta jadi gereja tertua di Medan. Arsitekturnya yang bergaya renaissance masih dipertahankan, serta desain bidang dalamnya style klasik menghiasi estetika bangunan tersebut. Bangunan gereja ini sarat hendak nilai historis serta sudah diresmikan selaku Bangunan Cagar Budaya( BCB) yang tetap wajib dilindungi kelestariannya. Nah, bila kalian penasaran semacam apa gereja aset pada era penjajahan Belanda ini, dapat kalian kunjungi langsung di Jalur Diponegoro.

Gereja Katolik Graha Maria Annai Velangkani

Bila kalian memandang sekilas, kalian tidak hendak menyangka kalau bangunan satu ini merupakan gereja. Arsitektur Gereja Katolik Graha Maria Annai Velangkani ini sangat berbeda dari gereja yang lain. Keunikan struktur bangunan yang megah serta besar ialah kombinasi arsitektur Indo- Mughal. Sebagian simbol keyakinan menghiasi bangunan, hendak namun perihal ini selaras serta membentuk keelokan tertentu pada bangunan suci tersebut. Bangunan ini pula sarat hendak arti keagamaan, semacam 7 lantai yang mengisyaratkan surga, ataupun 3 kubah yang dibentuk dengan arsitektur Mughal selaku lambang tritunggal.

Masjid Al- Osmani

Masjid Al- Osmani

Masjid Al- Osmani terletak di Jalur Kolonel Yos Sudarso, Kilometer. 19, 5, Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Pada Masjid ini dibentuk pada 1854 dengan mengadopsi style arsitektur dari bermacam negeri.

Bangunan masjid bercorak Eropa serta Persia. Pintu masjid terbuat dengan ornamen Cina serta dipadukan dengan nuansa ukiran India. Sedangkan itu, warna kuning serta hijau pada bangunan identik dengan style Melayu. Masjid ini dibentuk atas inisiasi Sultan Osman Perkasa Alam. Sehingga sangat kerap jadi destinasi wisata religi Medan yang banyak di kunjungi oleh turis.

Istana Maimun

Istana Maimun merupakan ikon Kesultanan Deli yang terletak di Jalur Brigadir Jenderal Katamso, Aur, Medan Maimun. Pembangunan istana diawali pada 1888 atas perintah Sultan Mamoen Angkatan laut(AL) Rasyid.

Istana Maimun mempunyai konsep arsitektur yang bermacam- macam. Diawali dari warna kuning pada istana yang menyimbolkan warna Melayu. Buat ornamen sofa, meja, jendela, lemari, serta pintu dorong sendiri terbuat dengan style Eropa.

Istana ini mempunyai luas 2. 772 m persegi dengan 30 ruangan, yang terdiri dari 2 lantai 3 bagian, ialah bagian induk, bagian sayap kanan, serta bagian sayap kiri. Wisatawan bisa menikmati tiap sudut istana dengan kemegahannya.

Energi tarik istana ini pula terletak pada meriam Puntung. Konon bagi legenda, meriam ini merupakan jelmaan dari adik Gadis Hijau dari Kerajaan Deli Tua bernama Mambang Khayali.

Masjid Ghaudiyah

Masjid Ghaudiyah yang terdapat pada 1918 ini terbilang susah ditemui sebab terletak di balik gedung pertokoan. Cuma terdapat plang kecil yang menunjukkan keberadaannya. Walaupun demikian masjid ini pelan- pelan sudah hadapi renovasi dengan senantiasa mempertahankan karakteristik khas India Muslim.

Seakan tidak lekang waktu, tradisi makan besar tiap hari minggu di bulan ramadhan senantiasa bertahan di masjid ini. Komunitas masjid sediakan santapan khas India semacam bubur, kari, serta yang lain. Masjid ini senantiasa aktif dalam aktivitas sosial serta layanan bimbingan kepada kanak- kanak. Posisi masjid ini terdapat di Jalur KH Zainul Arifin, Petisah Tengah.

Masjid Badiuzzaman

Masjid Badiuzzaman didirikan oleh Raja Sunggal ataupun Raja Serbanyaman yang bernama Datuk Diraja Badiuzzaman Sri Indra Pahlawan Surbakti pada 1885.

Dengan memiliki keunikan saat pembangunan membuat masjid ini tidak menggunakan semen sebagai perekat dari bangunan, namun hanya menggunakan putih telur dalam proses pembuatannya. Perihal ini jadi fakta juang sejarah masyarakat Medan yang melaksanakan perlawanan terhadap Belanda. Masjid Badiuzzaman terletak di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Graha Maria Annai Velangkanni

Graha Maria Annai Velangkanni

Graha Maria Annai Velangkanni yang dibentuk mulai tahun 2001 ini ialah suatu gereja katolik, terletak di Jalur Sakura III, Tanjung Selamat, Medan.

Uniknya bangunan mengusung keaslian style arsitektur Indo- Mogul. Apabila dilihat, gereja ini semacam kuil, candi, apalagi pula terlihat semacam kubah masjid. Di situ wisatawan dapat memandang arca Annai Velangkanni ataupun Maria dari Velangkanni beserta putranya setinggi 2 m, yang dibawa langsung dari India.

Wihara Gunung Timur

Wihara terbanyak di Medan ini mempunyai luas sampai 5. 000 m. Sehingga membuat Wihara Gunung Timur terletak di Jalur Hang Tuah No 16. Bila tiba di bertepatan pada tertentu semacam Imlek ataupun sembahyang leluhur, wisatawan bisa melihat festival seru nan fotogenik

Kuil Shri Mariamman

Tempat ibadah yang satu ini berlokasi persis di sebelah gerbang masuk Kampung Madras ataupun Keling, tempat bermukimnya komunitas India Tamil. Berdiri semenjak akhir abad ke- 19, kuil Hindu ini jadi yang tertua di Medan. Namanya diambil dari Dewi Shri Mariamman yang dipercaya sanggup membagikan proteksi dari hal- hal jahat.

Untuk kamu yang mau merasa semacam lagi terletak di India dikala merambah kuil ini, mengingat arsitektur serta desainnya sangat kental dengan faktor Mogul. Cobalah tiba dikala datang festival Deepawali serta Thaipusam, nyatanya hendak ramai serta meriah sekali!